Wednesday, January 11, 2012

Mesir Larang Israel Ziarah di 2012

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO--- Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan Israel tidak akan bisa melakukan ziarah ke makam orang suci Yahudi abad 19, Abu Hatzira, yang setiap tahun selalu di kunjungi di Delta Nil, Damaskus, Kairo. Upacara di makam rabi itu telah memicu perdebatan politik tahunan di Mesir, baik dengan kaum Islam, nasional, dan lain-lain. Menurut seorang pejabat Mesir, perdebatan izin berziarah itu terkait dengan kebijakan yang dinilai tidak populer.
Mesir memberitahu Israel dua bulan sebelumnya bahwa mustahil untuk mengadakan upacara tahunan itu, karena kondisi politik dan situasi keamanan Mesir saat ini. Anggota Ihkwanul Muslimin Mesir, Gamal Heshmat, mengatakan kunjungan ke makan Abu Hatzira di Desa Daymouta, 180 kilometer utara Kairo, akan menjadi misi bunuh diri untuk Israel.
Heshmat juga menyatakan bahwa aktivis berencana untuk memblokir rute yang dilalui, setelah mendengar para peziarah sudah ada dalam perjalanan mereka. Harian Mesir Al-Ahram melaporkan Selasa (10/1) bahwa sebanyak 31 partai dan kelompok telah bergabung dalam kampanye ini.
Simon Wiesenthal Center, sebuah organisasi HAM Yahudi yang berbasis di Los Angeles mencela upaya pemblokiran ziarah ini. Abraham Cooper juga menuduh Ikhwanul Muslimin mencoba mengekang kebebasan beragama Yahudi. "Dalam pandangan mereka, tidak ada penghormatan terhadap tradisi Yahudi," katanya.
Abu Hatzira, merupakan seorang anak kepala rabi Maroko yang dipuja oleh kaum Yahudi karena dikenal mukjizat dan mistis. Rabi tua itu melakukan perjalanan dari Maroko ke Tanah Suci pada tahun 1879 dan meninggal di Kota Mesir. Menurut tradisi, para pengikutnya sudah mencoba memindahkan makamnya tiga kali, tetapi upaya itu gagal.

No comments:

Post a Comment